Pasangan Ngehe #1

​Jam menunjukkan tepat pukul delapan malam. Setelah satu jam puas mengelilingi alun-akun kota, Ari mengajak Diny pulang. Sepanjang jalan yang mereka lalui nampak sepi. Sudah jarang sekali kendaraan berlalu lalang. Ditengah perjalanan, Ari memberhentikan motornya di pinggir tanah lapang. Diny yang sedari tadi diboncengnya turun dengan manja. Berlagak seperti bidadari turun dari langit. Diny turun dengan hati-hati agar tak jatuh dan diketawain oleh Ari. Setelah menstandarkan motornya, Ari mengajak Diny duduk tak jauh dari motornya tersebut.

Suasana yang sepi, membuat otak Ari dipenuhi pikiran-pikiran kotor untuk mengajak Diny melakukan perbuatan mesum. “Kalau seperti ini, sudah nggak ada bedanya kayak di film-film bokep!” batinnya. Namun, setelah beberapa saat mengalami pergulatan batin akhirnya Ari bisa mengalahkan pikiran-pikiran kotornya tersebut.

Dari tempat mereka duduk, dapat dilihat dengan jelas langit malam yang dipenuhi dengan ribuan bahkan jutaan bintang. Namun tak nampak satupun bintang film maupun bintang kelas di langit malam itu.

“Terima kasih ya mas, sudah mengajakku menikmati indahnya malam dengan banyak bintang seperti ini!” ucap Diny sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Ari.

“Iya beb sama-sama. Malam ini memang romantis banget buat menghabiskan waktu berdua!” ujar Ari sambil merangkulkan tangannya ke pinggang Diny.

“Bintangnya banyak ya mas, aku bingung mencari yang paling indah dan terang.” ujar Diny menatap langit dengan serius, mencari-cari bintang yang menurutnya paling indah dengan nyala yang paling terang.

“Nggak perlu menatap langit beb, kalau cuman untuk mencari bintang yang paling indah dan terang!”

“Kan bintangnya di langit mas, kalau nggak nyari di langit, terus aku nyari dimana?” tanya Diny.

“Coba tengok ke kanan beb. Bintang yang kamu cari ada disebelahmu!” bisik Ari dengan mata berkaca-kaca.

Dengan mata terpejam, Diny menoleh ke kanan, tepat ke wajah Ari yang duduk di sebelahnya.
“Kok matanya dipejamin beb?” tanya Ari keheranan.
“Aku takut silau mas. Soalnya bintang di sebelahku nyalanya terang sekali.” jawab Diny sambil membuka mata dan tersenyum dengan manja.
***

Sudah hampir setahun ini Ari berpacaran dengan Diny. Seperti kebanyakan pasangan kekinian yang lainnya, setiap sebulan sekali mereka merayakan anniversary tepat di tanggal mereka jadian. Sebenarnya Ari tak setuju dengan perayaan anniversary setiap sebulan sekali tersebut, karena menurutnya anniversary itu dirayakan setahun sekali, kalau sebulan sekali namanya menstruasi.
Ari yang kini berusia 23 tahun memiliki banyak sekali prestasi. Pernah menjadi juara pertama lomba balap karung di desanya, pernah menjuarai lomba matematika tingkat sekolah dasar waktu dia kelas dua SMK. Selain memiliki segudang prestasi, ditangan kirinya masih melingkar gelang dari mantan pacarnya. Gelang berharga yang nggak bakalan dia lepas karena gelang tersebut dibeli mantan pacarnya waktu study tour di Bali.
Diny adalah gadis ke dua puluh delapan yang pernah dia pacari. Playboy? Sebenarnya sih nggak, cuman setiap gadis yang dekat dengan dia, sudah dianggapnya sebagai pacar meski nggak pernah jadian. Suatu hari dia pernah diatanya sama temannya “Semua yang dekat sama kamu, kamu anggap pacar itu emangnya tujuanmu apa?”, dengan santainya dia menjawab “Ngumpulin kenangan!”.
Diny, gadis berlesung pipi ini memang seorang kembang desa. Sudah banyak sekali laki-laki yang dibuat jatuh hati olehnya. Selain mempunyai lesung pipi, dia juga mempunyai mantan banyak sekali. Yang terakhir namanya Joko, putus karena hal yang sepele. Joko telat mengirim sms ucapan makan siang dua menit dari biasanya.
***

Setengah jam setelah puas menikmati bintang yang menghiasi malam. Ari mengantarkan Diny pulang kerumahnya. Sepanjang perjalanan pulang, Diny melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ari. Sesampainya didepan rumah Diny, Diny tak segera turun. Masih duduk di jok belakang, dia membuka helm Ari lalu menutup kedua mata pacarnya tersebut. Lalu bertanya “Mas, coba tebak aku siapa?”
“Eeemmm, Ariel Tatum!” jawab Ari menanggapi candaan Diny
“Salah mas. Masa aku disamain sama Ariel Tatum, dadaku kan nggak sebesar dada dia!” ujar Diny
“Siapa ya?” ujar Ari sambil berlagak mikir
“Mbohhh mas mbohhh, masa sama pacarnya sendiri lupa? Aku Diny mas, Ddddiiiinnnyyyy!” sunggut Diny, sembari membuka kedua tangannya yang menutupi mata Ari lalu bergegas turun dari motor.
Melihat Diny yang cemberut dan tak mau masalah sepele tersebut menjadi berlarut-larut. Ari lantas menggenggam tangan Diny. Ditatapnya wajah Diny dengan pandangan mesra. Lantas berkata “Jarjit tok dalang upin fizi ipin”.
Diny yang terpesona pada pandangan Ari dan nggak ngerti apa yang diucapkan kekasihnya tersebut lantas bertanya “Kamu ngomong apa sih mas?”.
“Itu bahasa Malaysia beb, artinya kamu adalah cinta pertama dan terakhirku!” jawab Ari.
“Bisa aja kamu mas. Makin sayang aja deh sama kamu!” ujar Diny tersipu malu.
“Kak Ros, beb!” ucap Ari.
“Apalagi itu mas?” tanya Diny penasaran.
“Aku juga makin sayang kamu beb!” jawab Ari, sambil tertawa dan berkata dalam hati, “O’on banget ini pacarku.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s